Reaksi pemerintah Orde Baru Sunting Setelah Peristiwa 27 Juli 1996 , pimpinan-pimpinan utama PRD ditangkap [4] dan dipenjarakan. Anggota PRD dan pihak-pihak yang dianggap memiliki kaitan dengan PRD menerima teror dan tekanan. Tak sedikit dari mereka yang ditahan tanpa alasan yang jelas di markas lembaga ekstrayudisial, Bakorstanasda (Badan Koordinasi Stabilitas Nasional Daerah). Menjelang runtuhnya Orde Baru pada tahun 1998, 1 orang anggotanya terbunuh, beberapa mengalami penculikan [5] dan hingga sekarang, sebagian diantaranya, termasuk penyair Wiji Thukul , tidak diketahui nasibnya (menjadi bagian dari sekian banyak " Orang Hilang "). Di samping mengadvokasi dan mengorganisasi petani dan buruh, salah satu tindakan PRD yang membuat pemerintah semakin kebakaran jenggot adalah pernyataan dukungan PRD atas hak menentukan nasib sendiri ( self determination ) di Timor Timur . Budiman Sudjatmiko sendiri sempat berada d...